
Wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 pada pukul 13.47 Wib. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan terjadi deformasi batuan dan mekanisme pergerakan kombinasi mendatar turu (oblique normal).
"Jadi gempa bumi ini disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Guncangan tidak hanya dirasakan di Cilacap. Warga yang berada di Bantul, Yogyakarta, Pacitan, Jawa Timur, dan Pangandaran, Jawa Barat juga sangat terasa," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie saat dikonformasi, Sabtu (29/6).
Titik gempa bumi atau episenter terletak pada koordinat 8,58 LS dan 108,88 BT atau tepatnya di laut pada jarak 95 kilometer (km) selatan Kota Cilacap, pada kedalaman 61 km. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi itu.
"Sampai saat ini belum ada laporan warga yang mengalami kerusakan. Gempa bumi juga tidak berpotensi menyebabkan tsunami, ujarnya.
Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. "Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Setyoajie Prayoedhie.