
Dua warga Aceh Timur, Adi Saputra (33) dan Ahmadi Bin Abdul Rahman (33), terbukti menjadi perantara jual-beli sabu-sabu. Keduanya dijatuhi hukuman masing-masing 14 tahun penjara.
Hukuman untuk Adi dan Ahmadi dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (2/7). Kedua pria yang beralamat di Dusun Palang Paleng Desa Seuneubok, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur ini dinyatakan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
"Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun," kata Tengku Oyong.
Putusan majelis hakim lebih rendah 1 tahun dibandingkan dengan tuntutan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Zamachsyari meminta agar Adi dan Ahmadi diganjar masing-masing 15 tahun penjara.
Menanggapi vonis hakim, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Begitu pula dengan JPU.
Berdasarkan dakwaan, Adi dan Ahmadi ditangkap tim dari Ditresnarkoba Polda Sumut beberapa waktu lalu. Penangkapan itu berawal saat petugas mendapat informasi mengenai adanya transaksi penjualan sabu-sabu di kawasan Tanjung Pura, Langkat. Mereka kemudian merancang penyamaran dan mencoba membeli narkotika itu.
Petugas yang menyamar memesan 1 Kg sabu-sabu kepada Ahmadi. Harganya disepakati Rp 580 juta. Transaksi direncanakan berlangsung di parkiran Masjid Azizi, Tanjung Pura.
Ahmadi melaporkan pesanan sabu-sabu itu kepada IS (DPO). Lalu IS memesan kepada M Nadir (DPO). Nama terakhir mematok harga Rp 450 juta. IS kemudian menyerahkan Rp 60 juta kepada Ahmadi. Uang itu akan diserahkan kepada M Nadir sebagai uang muka.
Selanjutnya, Ahmadi menyuruh Adi untuk mentransfer uang itu ke M Nadir. Mereka pun mengambil sabu-sabu di Panton Labu, Aceh Timur, dengan iming-iming keuntungan Rp 10 juta jika barang haram itu terjual.
Singkat cerita, mereka ditangkap saat menyerahkan sabu-sabu itu kepada pembeli. Sang pembeli ternyata polisi yang menyamar.